Belajar membuat Restful sederhana dengan Flask-Restful dan Flask-JWT

Kini banyak website yang menggunakan Restful untuk konektifitas dengan database. Selain lebih cepat karena data tidak dipanggil secara langsung ketika website itu muncul, dengan restful pun kita mudah untuk melebarkan performance website yang mungkin beberapa dikenal dengan microservices arsitektur. Selain itu API Restful bisa digunakan untuk Android/IOS developer untuk merangkai kode-kode indahnya. Apapun itu sebenernya adalah kemajuan yang harus programmer pelajari untuk bisa survive. Ya survive!

Enaknya, bagian Backend developer itu tidak dipusingkan dengan aturan main dari CSS atau layout. Hanya menunggu permintaan dari Frontend developer. Frontend developer biasanya menggunakan javascript framework seperti Angular, VueJS ataupun React. Ketiga pemain ini sudah begitu besar dan kencang sekali di dunia pemrograman. Luarbiasa Javascript!

Pernah menggunakan Laravel sebagai API Restful, saya penasaran dengan beberapa teknologi dari nyoba-nyoba Spring Boot, lalu sampai ke Flask Restful. Entah kenapa belum kepingin nyobain NodeJs. Lalu kenapa Flask? Ini mudah banget bikin dan implementasinya. Selain itu memang saya ada plan juga untuk putus sama PHP karena value yang makin kesini makin turun saja. (updated belum bisa move on dari PHP karena kerjaan dan butuh harian keluarga :D)

Beberapa saya coba untuk membuat Flask Restfull sederhana dengan menyimpan data pada variable python dictionary. Berikut adalah URL Githubnya: https://github.com/adiputra22/flask-rest-beginner

Setelah itu mencoba untuk menyimpan data dengan SQLite. Karena SQLite sudah bawaan Flask, jadi tinggal pakai saja. Berikut adalah URL Githubnya: https://github.com/adiputra22/flask-rest-beginner-with-sqlite

Berhasil bermain SQLite, saya coba untuk integrasi ke MySQL. Dengan MySQL ini perlu tambahan lagi yaitu PyMySQL. Berikut adalah Githubnya: https://github.com/adiputra22/flask-rest-beginner-with-mysql

Ke MySQL berhasil, lalu saya nyobain ORM yang biasa digunakan python, yap SQLAlchemy. Belajar buat model lalu cara mengakses model pada Python sampai mencoba untuk setting ke Heroku. Hasil saya simpan di github: https://github.com/adiputra22/flask-rest-sqlite-sqlalchemy. Disini juga nyobain fitur keren si heroku auto deploy dari github ke live server https://flask-rest-sqlalchemy.herokuapp.com/

Kalau udah bisa konek dan manipulasi di database. Tinggal coba-coba yang lain seperti:
– mengatur gemana restful yang baik di flask (struktur folder, file) agar manage-nya gampang jika sudah besar
– mengatur performance dari restful flask. Dihitung dari sisi flask itu sendiri ya. Belum masuk ke settingan lainnya seperti best performance untuk MySQL/Postgresql. Belum lagi kita perlu setting best performance untuk server kita, dll, dll.

Diakhir mungkin ada yang bertanya kenapa Flask/Python?
– Pertama yang saya katakan diawal adalah kode-nya simple dan gampang baca-nya.
– Performa Python itu udah terkenal handal, ada youtube, bitbucket, udemy, instagram API dan lainnya
– Project diluar negeri banyak yang nyari Python, Rails dan lainnya. PHP banyak juga tapi nilai kecil dan yang main banyak juga jadi persaingan ketat banget 😀

Artikel lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: