Fitur Baru Laravel 5.7: Symfony Dump Server

Belum lama dapat info kalau Laravel sudah update versi lagi dari yang 5.6 ke versi terbaru adalah 5.7. Beberapa programmer ada yang senang, ada juga yang mungkin dan sangat banyak saya lihat di group baik itu group facebook dan group telegram yang mengatakan kurang lebih “Baru belajar 5.5, udah keluar lagi 5.7” dan banyak tipe programmer yang tidak seneng melihat perubahan yang cepat pada Laravel ini.

Saya pribadi termasuk yang seneng, tapi tidak sepenuhnya sangat seneng karena perlu melihat perubahan apa aja yang mungkin berpengaruh ke codebase/kode lama yang sekarang sedang live digunakan. Jika overall versi terbaru tidak terlalu berpengaruh, dan beberapa fitur membantu kita dalam development. Ini baru perubahan yang WAH!

Salah satu fitur terbaru dari Laravel 5.7 ini adalah Symfony Dump Server. Fitur ini akan aneh jika programmer itu belum pengalaman melihat log yang terjadi pada system yang mereka buat. Pengalaman programmer akan menentukan apa ini fitur baik dan berguna atau hanya sekedar fitur biasa.

Fitur ini memudahkan kita untuk melakukan tracking data yang masuk dan berjalan di salah satu fungsi ataupun alur yang sedang berjalan. Dengan fitur ini kita bisa melihatnya di tampilan terminal kita sehingga tidak menggangu frontend, tidak ribet lihat tool seperti lihat log file, lihat debugbar komputer klien yang mengalami error dan lain sebagainya ketika system kita live.

Beberapa kita melihat log dengan cara yang berbeda. Semua itu bisa dipakai dan prefer ke masing-masing programmer biasa melihatnya dengan apa. Berikut cara melihat dan melakukan debuging di aplikasi laravel kita:

Menggunakan Log class

Saya termasuk menggunakan Log::xxx class untuk mengeluarkan hasil yang terjadi pada project laravel. Saya biasanya buka folder storage dan akan terlihat log file yang bisa kita buka untuk melakukan debugging.

Ribetnya kalo log sudah banyak, dan programmer lain pun menggunakan log tersebut. Bisa-bisa 1 file log tersebut berisi puluhan mega :D. Walaupun sudah dipisahkan per hari (daily log).

Dulu saya sampai minta monitor dicolok dengan raspberry pi untuk mengecek file log tersebut agar dapat memonitoring error yang terjadi πŸ˜€ *zaman belum ngerti monitor log yang baik.

Menggunakan DD

Kalau kita menggunakan DD untuk mentracking data yang live itu akan membuat proses selanjutnya pada block kode anda berhenti. Karena ya artinya DD aja dump and die *eh bener ga? πŸ˜€

Lalu kalau sudah berhenti ribet ga ya kita cek per line kode yang misalnya nge-bug lalu kita dd per baris line? Ribet ya..Saya ngalamin sendiri ketika 1 proses memanggil lebih dari 10 class yang posisinya entah berantah πŸ˜€

Menggunakan Debugbar

Salah satu tool yang enak dipakai juga yaitu debugbar, caranya hampir sama seperti Log class cuma ini nanti dia akan muncul di browsernya si pengguna. Overall untuk development itu asik, tinggal klik bar-nya si debug *eh yaialah ya namanya juga si debugbar πŸ˜€

Untuk system yang sudah live baiknya diskipp karena tidak enak juga kelihatan bar si debugbarnya.

Menggunakan Aplikasi Lain

Banyak aplikasi lain untuk monitoring aplikasi laravel kita. Saya sempat buat artikel cara integrasi laravel dengan sentry. Ada beberapa tool yang sangat dikenal lainnya seperti bugsnag dan lain sebagainya.

Dengan aplikasi ini juga kita bisa integrasikan ke Slack sehingga menjadi channel untuk monitoring para developer kita.

Namun, mungkin ribetnya adalah kita harus buka aplikasi mereka ya.

Nah dari beberapa yang saya sebutkan tersebut, kita diberikan kemudahan kembali oleh Laravel yaitu dengan Symfony Dump Server.

Caranya cukup mudah ya, anda bisa baca documentasi disini.

https://laravel.com/docs/5.7/releases

Jika masih bingung, mungkin bisa lihat video ini.

Mudah-mudahan dimengerti ya.

Dari sini kita bisa mentrack log atau debuging data yang ingin kita lihat. Lengkap dengan tanggal akses, source dan file dimana dump tersebut dipanggil. Sangat menarik bukan πŸ™‚

Artikel lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: