Whistleblower System atau Sistem Pengaduan Online

Whistleblower System atau sistem pengaduan online adalah satu sistem sederhana untuk mencatat pengaduan-pengaduan yang dilakukan oleh public terhadap salah satu instansi pemerintahan. Salah satu sistem pengaduan online yang terkenal adalah lapor.go.id. Beberapa instansi pemerintahan yang lain pun mulai membuat Whistleblower System/sistem pengaduan online ini menurut saya untuk beberapa tujuan utama seperti:

  1. Mencatat pengaduan/pelanggaran yang dikeluhkan oleh public mengenai instansi/badan tertentu.
  2. Mengetahui pelanggaran apa saja yang sering terjadi pada instansi/badan tertentu.
  3. Mengetahui timeline/waktu kerja tim dalam menyelesaikan pelanggaran yang terjadi di instansi tersebut, dll.

Secara proses, dari public (saya sebut pelapor) yang memasukan data pelanggaran ke sistem, lalu dari user instansi/badan melakukan telaah terhadap pelanggaran yang dimasukan oleh pelapor. User Instansi memasukan data tim telaah dan memasukan hasil telaah tersebut yang didapat dari tim telah. Setelah telaah dilakukan, pelanggaran akan diklasifikasikan ke tipe dan jenis pelanggaran dari hasil telaah tersebut. Diposisi ini, ada 3 jalur proses umum yang dilakukan:

  1. Dilakukan Investigasi oleh instansi/badan. Setelah dilakukan telaah oleh tim telaah dan dinyatakan memang pelanggaran ini terkait oleh instansi/badan yang bersangkutan. Maka proses selanjutnya adalah dilakukan investigasi. Proses investigasi ini hampir sama seperti proses telaah yaitu membuat tim investigasi dan mencatat hasil investigasi. Dari hasil investigasi inilah akan diarahkan ke posisi “TERBUKTI” atau “TIDAK TERBUKTI” atas pelanggaran yang terjadi. Sampai proses ini, alur sistem selesai. Proses lanjut dari 2 posisi diatas dilakukan secara privasi instansi/badan tersebut.
  2. Dilakukan Pelimpahan Pelanggaran ke instansi/badan lain. Pada proses ini, tim telaah menimbang bahwa pelanggaran yang diposting oleh pelapor tidak masuk dalam ranah/lingkup instansi/badan tersebut, namun pelanggaran itu masuk dalam ranah/lingkup instansi/badan lain yang masih bekerja sama dengan instansi/badan tersebut. Pada proses ini, pelanggaran seperti menggantung karena menunggu feedback/balasan dari instansi/badan lain yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut. Pelimpahan ini juga tidak hanya ke satu instansi, tapi ke banyak instansi lain yang bekerja sama dengan instansi terkait.
  3. Diberhentikan karena beberapa sebab. Proses ini terjadi karena dianggap pelanggaran tidak cukup bukti atau tidak sesuai dengan persyaratan dalam proses dan tata-cara pengaduan pelanggaran.

Setiap proses selalu tercatat waktu posting/submit sehingga dari waktu tersebut sistem akan mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan pelanggaran ini sampai selesai serta sudah sampai mana pelanggaran ini diproses sehingga pelapor mengetahui secara persis pelanggaran yang diposting olehnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.