Tahun Pertama Pengalaman Bekerja Remote Di Rumah

Saya sempat menulis artikel kenapa saya seneng bekerja remote dan saya bersyukur Allah mengizinkan saya bekerja remote di rumah selama 1 tahun ini. Saya ingin berbagi pengalaman bekerja mencari nafkan di rumah tanpa ngantor. Berikut beberapa point saya akan coba berbagi pengalaman bekerja secara remote ini.

Apaan? kerja remote?

Iya, kerja remote, beberapa orang mungkin belum pernah mendengar apa itu kerja remote. Termasuk keluarga saya sendiri. Saya bekerja secara remote di rumah tanpa pergi ke kantor dan bersyukur saya dibayar bulanan seperti layaknya orang yang bekerja di kantoran. Bedanya? Saya kerja di rumah kadang pake sarung dan kadang baru mandi pagi jam 1 siang :D. Thats true dan saya nyaman bgt!

Kerja biasa, tanpa macet-macet jakarta, tanpa nyesek-nyesek di kereta CL, tanpa drama-drama kantor tapi tetep digaji bulanan πŸ™‚

Alhamdulillah saya saat ini bukan kerja remote yang mencari proyek di upwork atau media freelancer dimana beberapa kawan saya merasa sulit starting mendapatkan proyek disana. Saya bekerja remote dengan ikatan waktu bekerja 8 jam per hari.

Kepercayaan Perusahaan Harus Dijaga

Saat kerja remote ini, saya berusaha untuk selalu menjaga kepercayaan perusahaan ke saya selama bekerja karena saya yakin mereka disana tidak tahu saya kerja atau tidak, saya tidak bekerja atau tidak, dan lainnya. Perusahaan yakin pasti ada berpikiran bahwa saya di rumah mungkin saja tidak bekerja tapi semua itu saya coba bantah. Saya kerjakan task per task, saya jawab chat atau email dengan secepat mungkin, saya response anything yang berkaitan dengan kerjaan saya, sebisa saya, secepat yang saya bisa lakukan.

Karena kenapa? karena kepercayaan bekerja remote itu tinggi sekali. Atas alasan itu saya pun harus menjaga kepercayaan itu dengan bekerja sesuai target task yang saya terima. Jika tidak, kadang jujur sampai jam 10 malam saya tetep mengerjakan agar task sesuai dengan deadline.

Saran saya untuk temen-temen yang sama mendapat kepercayaan bekerja remote, jangan abaikan dengan bekerja secara nyantai-nyantai, bekerja tanpa target atau bahkan mengambil proyek di luar kantor yang memakan waktu kantor. Jangan!

Kecuali teman-teman tanpa ikatan kantor ya. Mungkin kerja remote secara bayaran per projek. Maka di situasi itu saya pikir teman-teman harus cari proyek sebanyak mungkin dengan waktu yang mungkin temen-temen masih terasa luang.

Komunikasi paling utama

Yap, karna saya tidak bekerja di kantor perusahaan, komunikasi jadi prioritas utama. Saat masuk pertama kali dan mulai bekerja di produk mereka pun saya berpikir komunikasi bakal jadi masalah saya. Bahasa inggris yang kurang saya kuasai, ada juga meeting harian lainnya yang menjadi masalah saya.

Diawal saya sudah jelaskan kepada Owner, saya tidak bisa berbicara lancar dengan bahasa inggris, listening saya pun kurang bagus tapi saya masih ngerti ketika membaca chat atau email. Alhamdulillah saya diterima dengan baik walaupun bahasa saya tidak sebagus orang lain.

Satu hal lainnya dari komunikasi ini adalah always asking, jika ga ngerti lebih baik tanya dan tanya. Saya masa bodo ketika pertanyaan saya adalah pertanyaan yang basic. Karena saya pikir yang basic itu perlu diketahui lebih dahulu sebelum membahas hal yang lebih kompleks.

Always Positif Thinking

Saat menjalani kerja remote di rumah ini saya banyak berpikir kenapa tidak begitu, kenapa begini, kenapa itu..Kadang saya ingat ada seharian bahkan hampir 2 hari saya tidak bekerja karena saya tidak mengerti tentang flow dan pertanyaan saya tidak dibalas dengan baik oleh atasan saya. Saat itu saya stagnant, bingung. Namun dari situ saya berpikir selalu positif, kadang waktu saya pakai untuk membaca kode bagian flow lain atau bahkan literatur.

Saat mengalami itu, pengalaman saya kerja remote yaitu tetep positif dalam berpikir kepada teamwork, kepada atasan kita, kepada owner kita dan kepada sesama staff.

Jelaskan dengan baik ke keluarga dan tetangga kalau kita sedang bekerja

Karena bekerja di rumah, beberapa sodara saya mengira bahwa saya bekerja nyantai, bekerja tanpa deadline, bekerja enak di rumah. Kenyataan-nya tidak seperti itu, karena saya menjaga kepercayaan perusahaan.

Kadang sodara saya main ke rumah di jam-jam kerja, saat itu saya mohon maaf kepada mereka karena masih sedang bekerja. Dan meminta mereka untuk tidak main ke rumah saat saya bekerja. Kadang saat sodara sakit pun saya lebih baik izin untuk cuti tidak bekerja remote dibanding bekerja tapi kenyataannya tidak bekerja.

Pengalaman yang dulu-dulu, saat sodara main ke rumah dan atasan chat menanyakan sesuatu, saya lebih baik bilang jujur tidak bisa bekerja karna menurut saya fair saya tidak dibayar atau cuti saya terpotong πŸ™‚

Atas hal itu ketika kamu berhadapan seperti itu, kamu lebih baik menjelaskan lagi tipe kerjaan kamu kepada keluarga-keluarga terdekat kamu dan juga tetangga. Karena kadang tetangga juga mikirnya karena kita kerja di rumah, disangka kita tidak bekerja πŸ˜€

Manfaatkan waktu luang

Saya sebut diatas kadang saya sampai bekerja sampai malam, kadang tidak beranjang dari kursi untuk bekerja remote di kantor karena deadline yang ketat namun pasti ada satu waktu ketemu yang namanya waktu luang. Nah biasanya saya utamakan untuk keluarga, tetangga sekitar.

Kadang waktu luang tersebut bisa sambil belajar sesuatu yang baru, kadang mencoba jualan atau lainnya. Intinya, saat saat waktu luang itu ada, manfaatkan biar kerja bisa refresh kembali. Jujur kadang saat stuck di kerjaan saya bantu istri untuk sekedar nyapu atau mencuci piring biar refresh.

# Waktu luang untuk proyek kerjaan di luar kantor?

Saya sarankan jangan, kecuali mau ambil di akhir pekan. Kenyataannya saya lebih banyak menolak atas alasan waktu berharga sekali untuk orang-orang sekitar kita.

Berkawan dan Bersosial di Sosial Media dengan Teman Se-Profesi, Se-Aliran Kerja Remote

Saya mulai memanfaatkan beberapa channel social media untuk refresh, mengenal orang lain dengan orang yang sepemikiran dengan saya bahwa bekerja itu bisa dengan remote. Beberapa informasi menarik saya dapet dari mereka, kadang pengalaman sharing menghadapi masalah saat kerja remote, pengalaman mengisi waktu luang bagi pekerja remote dan lainnya. Intinya ada sesuatu hal baik dari orang-orang yang segaris dengan kita. Jadi manfaatkan sosial media untuk itu bukan untuk debat agama ataupun debat politik ya.

Berkawan dengan orang yang segaris atau seprofesi pun kadang memberikan info soal loker baru yang mungkin cocok buat kita bekerja remote lho..Bahkan saya dapat kerja remote ini dari kawan saya yang kenal hanya di facebook, yang memberikan info ada loker di kantornya.

Beberapa media group yang saya pantengin:

  1. Kami Kerja Remote: https://www.facebook.com/groups/208155516383522/
  2. Upworker Indonesia: https://www.facebook.com/groups/odeskerindonesia/

Jangan ragu untuk temenan dengan kawan-kawan disana, atau mungkin follow mereka. Kadang beberapa ada info yang mereka bagi di luar group tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.